
Perkembangan teknologi menuntut semuanya seakan-akan harus mengikutinya, sayangnya tidak semua kalangan khususnya di industri game bisa menikmatinya. Tak bisa dipungkiri memang perkembangan teknologi seperti sekarang ini memberikan impact yang berarti bagi industri game, seperti developer maupun publisher yang berlomba-lomba menghadirkan game yang berkualitas baik dari segi visual hingga gameplay unik disokong dengan hardware saat ini yang sudah semakin gahar untuk mengolah visual yang begitu “ciamik”. Sayangnya tidak semua gamers seberuntung itu untuk bisa menikmati dan merasakan perkembangan seperti yang terjadi saat ini, bahkan diantara mereka masih cenderung menikmati game-game yang tergolong “ringan” khususnya di perangkat PC yang dimilikinya. Tapi tenang saja, game “ringan” tidak selamanya jelek atau bahkan di cap sebagai “burik” karena grafiknya tidak seperti standar visual sebuah game yang rilis saat ini.
Bahkan diantara game-game “ringan” yang ada di PC justru menghadirkan pengalaman serta atmosfir “nostalgia” yang begitu kental. Pengalaman tersebut tentunya mengingatkan kita bagaimana caranya untuk menikmati sebuah game yang begitu menyenangkan pada masa itu. Mulai dari menamatkan, melawan boss-boss legendaris hingga mengingat momen-momen terbaik bersama teman. Tak perlu berlama-lama lagi, kali ini kita akan membahas deretan game PC ringan yang membuat jiwa nostalgiamu bergetar, simak selengkapnya di bawah ini !
1. Half-Life I & II

Dua judul game tersebut cukup melegenda begitupun sampai saat ini. Game dengan genre first person shooter ini pertama kali rilis ada tahun 1998 dan dikembangkan oleh Valve, salah satu raksasa di industri game yang sudah tak asing lagi bagi gamers se-antero negri ini. Seri keduanya sendiri rilis ada tahun 2004 dan hingga kini fans setianya masih menunggu untuk seri ketiganya, sayangnya Valve tidak begitu suka dengan angka “3” di setiap game rilisannya. Mengingat game tersebut rilis puluhan tahun yang lalu, untuk memainkannya sendiri tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi. Bahkan tergolong masuk dalam deretan game yang membuat jiwa nostalgiamu bergetar brott !
2. Diablo II

Suka game RPG ? judul yang satu ini pasti akan membuat jiwa nostalgiamu bergetar. Jika dulu kalian sempat memainkannya, pasti berharap kapan ada game seperti Diablo II kembali hadir di saat-saat seperti ini. Game yang rilis pada tahun 2000 silam ini dikembangkan oleh Blizzard dan terakhir proyeknya berlanjut di Diablo III yang rilis pada tahun 2012. Mengingat game ini rilis pada tahun 2000 kamu tak butuh PC dengan spesifikasi gahar untuk memainkannya dan tentunya game ini tergolong ringan bahkan sangat ringan untuk ukuran game yang dimainkan saat ini. Well, apakah Diablo II sudah cukup untuk membuat jiwa nostalgiamu bergetar brott ?
3. Starcraft

Selain Age of Empires, Starcraft juga menjadi salah satu game real time strategy “ringan” dan cukup adiktif. Sama seperti game diatas, Starcraft juga dikembangkan oleh Blizzarddengan mengadaptasi pertempuran antara manusia dengan ras-ras dari luar angkasa. Gameyang rilis pada tahun 1998 silam ini ternyata masih dimainkan hingga kini mengingat masih banyak kompetisi-kompetisi esports di beberapa wilayah negara khususnya Korea Selatan yang memiliki minat bayak terhadap game strategi jadul yang satu ini.
4. Counter Strike: Condition Zero

Jika dewasa ini kebanyakan gamers mengenal Counter Strike: Global, mungkin masih ada diantara kalian yang mengingat judul game yang satu ini. Counter Strike: Condition Zero, jika Counter Strike 1.6 menawarkan pengalaman PvP yang seru sebagai game fpskompetitif, di CS: CZ ini menawarkan pengalaman campaign yang tak kalah seru dari Call of Duty. Meskipun begitu, kalian juga masih bisa merasakan aspek kompetitifnya melalui multiplayer yang ditawarkan. Game yang dirilis Valve pada tahun 2004 silam ini bahkan mendapat ulasan “very positive” di Steam. Jika kalian ingin kembali membangkitkan gejolak jiwa nostalgia Counter Strike: Condition Zero tersedia di Steam bisa kalian beli saat sale tertentu agar lebih hemat. Soal spesifikasi ? laptop kentang sekalipun masih bisa melibas game fps seru yang satu ini.
6. Resident Evil 4

Penggemar Resident Evil pasti tak pernah absen memainkan seri yang ke-4 ini. Berbeda dengan Resident Evil 1-3, di seri ke-4 ini kita merasakan pengalaman baru dari segi gameplay. Sudut pandang yang ditawarkan mulai mengusung third person. Selain itu di Resident Evil 4 ini kalian masih bertemu dengan karakter yang tak asing, seperti Leon S Kennedy yang ditugaskan untuk menyelamatkan Ashley Graham seorang anak presiden setelah peristiwa di Resident Evil 2 berlalu kurang lebih 6 tahun. Kesan third person ini menawarkan pengalaman aksi yang seru dipadukan dengan suasana menegangkan yang masih terasa. Soal spek ? ringan brott santuy, dijamin main RE 4 bakal bikin jiwa nostalgiamu meronta-ronta deh.
7. Need For Speed: Undeground, Underground 2, Most Wanted

Need for Speed, mendengar judul game balapan yang satu ini pasti yang teringat di benak kalian adalah ugal-ugalan, modif, dan NOS. Dari jaman NFS Undeground, Undergorund 2hingga Most Wanted tujuan utama main game ini adalah bagaimana memodif mobil kita sekencang mungkin namun dengan tampilan yang tetap nyentrik. Jika tujuan tersebut sudah dilalui, percayalah kamu akan merasa seperti pembalap paling keren sejagat raya dengan mobil nyentrik penuh dengan nyala neon di malam hari. Spesifikasi ? ringan dong! lalu, lepaskanlah jiwa-jiwa nostalgia kalian yang sudah meronta-ronta ingin main brott!
8. GTA: III, Vice City, San Andreas

Tiga judul game GTA ini menjadi begitu fenomenal sebelum kalian menikmati GTA V yang rilis pada tahun 2013 lalu. Hadirnya GTA III sendiri pada tahun 2001 silam menghadirkan suasana baru dimana perubahan gameplay yang dulunya mengadaptasi sorot kamera dari atas kemudian menjadi third person seperti yang kalian nikmati di GTA V sekarang ini. Franchisenya kemudian berlanjut di Vice City pada tahun 2002 hingga San Andreas pada tahun 2004. Ditanya spek ? tak perlu laptop atau PC kentang bisa melibas game yang mengajak kalian rusuh disekitaran kota.
Comments
Post a Comment